Profil Pemilik Kerupuk Rajungan yang Jadi ‘Endorser’ Jokowi

indotim.net (Jumat, 08 Maret 2024) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bangga melihat beragam produk UMKM Indonesia, salah satunya karena kemasannya unik dan mudah diingat publik. Salah satu yang akhir-akhir ini disebut Jokowi adalah Kerupuk Rajungan ‘Mama Muda’. Namun siapa sangka, Kerupuk itu ternyata berasal dari Nisombalia, sebuah desa kecil yang terletak di pesisir pantai Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kerupuk rajungan tersebut merupakan karya Rita (32), seorang warga Nisombalia yang juga merupakan nasabah Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar). Rita bercerita kepada kami bahwa pada tahun 2020, awal mula ia mulai merancang kerupuk rajungan tersebut setelah mengikuti pelatihan dari salah satu organisasi nirlaba di Maros yang mengajarkan cara mengolah kerupuk.

“Awalnya saya dapat pelatihan dari organisasi nirlaba, Yayasan Hutan Biru (Blue Forest) pada Februari 2020, mereka ke kampung mengajarkan saya membuat kerupuk itu bersama dua orang teman saya sekelompok,” ucap Rita saat dihubungi via telepon, Jumat (8/3/2024).

Kerupuk Rajungan Mama Muda yang 'Diendorse' Jokowi Foto: Dok. Pribadi

Pada tahun yang sama, setelah menguasai keterampilan dalam mengolah kerupuk berbahan dasar kepiting, Rita nekat memutuskan untuk mengajukan pinjaman dari PNM Mekaar sebesar Rp 4 juta. Rita mengungkap bahwa dia bisa mendapat pinjaman dengan jumlah yang cukup besar karena telah menjadi nasabah setia PNM Mekaar sejak tahun 2016. Rita diberikan modal yang cukup besar karena selalu disiplin dalam pembayaran pinjaman, meskipun pada saat itu dia belum melakukan perdagangan Kerupuk Rajungan.

“Sudah sejak 2016 jadi nasabah mas, dulu pertama ambil modal Rp 2 juta tapi waktu itu saya jualan barang lain seperti kue dan nasi kuning. Nah karena mungkin selalu bisa melunasi pinjaman, jadi jumlahnya (pinjaman) naik terus. Per hari ini sudah bisa ambil Rp 8 juta. Kebetulan saya jualan buat bantu suami yang bekerja sebagai nelayan,” ungkap ibu dua anak tersebut.

READ  Ganjar Minta Koruptor Diadili di Nusakambangan dan Dituntut Hukuman Mati

Bahan untuk membuat Kerupuk Rajungan diperoleh oleh Rita dari suaminya setelah ia pulang dari melaut. Ketika suaminya berhasil mendapatkan 4 kilogram kepiting, Rita mengalokasikan 2 kilogram sebagai bahan baku untuk diolah menjadi kerupuk rajungan yang kemudian dijual. Sementara itu, sisa kepiting yang tidak digunakan untuk kerupuk dijual kembali ke pasar guna mendapatkan modal pembelian bensin untuk kapal kecil serta umpan melaut lainnya.

Rita mengaku, usaha jual kerupuk telah meringankan beban keuangannya dan membuatnya tidak khawatir tentang memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Dengan berjualan kerupuk, saya bisa menjaga dapur tetap beroperasi dan mendapatkan penghasilan tambahan,” ungkap Rita.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pembukaan BRI Microfinance Outlook 2024, di Ballroom Menara BRILiaN, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (screenshot YouTube Setpres) Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pembukaan BRI Microfinance Outlook 2024, di Ballroom Menara BRILiaN, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (screenshot YouTube Setpres)

Sekitar tiga bulan sejak Kerupuk Rajungan miliknya mulai berjalan, Rita diberi saran salah seorang temannya untuk memberi merek agar kerupuk itu mudah diingat pelanggan. Setelah memutar otak, tercetus ide memberi nama ‘Mama Muda’. Alasannya sederhana, Rita dan teman-temannya adalah ibu yang masih berusia muda.

Penyebab nama “Mama Muda” untuk kerupuk rajungan tersebut ternyata tidak lepas dari saran seorang temannya yang mengusulkan, “‘Yang bikin kerupuk ini kan ibu-ibu muda semua, kenapa nggak bikin namanya Mama Muda saja’. Terinspirasi oleh saran tersebut, akhirnya nama tersebut pun tercipta,” jelasnya.

Omzet Mama Muda terus meningkat, tidak bisa dipungkiri bahwa endorse dari Jokowi memberikan dampak yang signifikan. Ternyata, di balik kesuksesan kerupuk rajungan tersebut ada sosok wanita tangguh yang memimpin perusahaan dengan penuh dedikasi.

Tahun berganti tahun, omzet yang diperoleh Rita dari berjualan Kerupuk Rajungan perlahan-lahan meningkat, mulai dari Rp 500 ribu per bulan hingga sekarang mencapai Rp 1 juta per bulan. Rita mengungkapkan bahwa bantuan dari PNM Mekaar sangat berarti baginya. Layanan pinjaman modal tersebut selalu mendukungnya untuk berjualan setiap kali ada acara di Kota Makassar.

READ  Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Ganjar: Jadi Makin Rumit Rasanya

Dalam satu kesempatan, Rita mengungkapkan bahwa ia mampu menjual sekitar 45-48 bungkus Kerupuk Rajungan dengan harga Rp 13.500 per bungkus. Menurutnya, angka penjualan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan berjualan langsung di Desa Nisombalia atau melalui platform online. Hal ini disebabkan kondisi jalan menuju desa yang sangat buruk dan belum mendapatkan perbaikan.

“Kalau dulu harus menunggu ada pesanan 40 pcs dulu baru saya berangkat ke Makassar untuk mengantar kerupuk bersama suami. Alhamdulillah, katanya jalannya akan diperbaiki sekarang,” tuturnya.

Pada pertengahan 2023, Rita dan kawan-kawan ketiban untung. Sejumlah mahasiswa asal Universitas Negeri Makassar melakukan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Nisombalia. Salah satu program KKN tersebut adalah menggandeng sekitar 20 UMKM lokal yang potensial untuk dibantu pengembangannya. Kerupuk Rajungan Mama Muda pun menjadi satu di antaranya.

Mahasiswa tersebut kemudian merancang kemasan Kerupuk Rajungan Mama Muda dengan warna coklat kekuningan. Kemasan tersebut berhasil mencuri perhatian Presiden Jokowi ketika beliau mengunjungi Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/2) yang lalu.

“Saya masih ingat waktu itu pak Jokowi lewat baru tiba-tiba datang ke dagangan saya. Dia pegang kemasan itu lalu ngomong ‘wah bagus sekali ini’, terus waktu itu ada pak Bupati cerita, produk saya itu asalnya dari desa dan sebagainya. Wah jujur mas, perasaan saya campur aduk,” ungkap Rita.

Dalam acara tersebut, Jokowi dengan terang-terangan ‘mengendorse’ atau mempromosikan Kerupuk Rajungan Mama Muda. Di depan 5.000 nasabah PNM Mekaar, Presiden menyatakan bahwa kerupuk tersebut adalah contoh salah satu produk PNM Mekaar yang dikemas dengan menarik. Lima hari kemudian, Jokowi sekali lagi menyebut merek kerupuk itu, mengungkapkan bahwa dia tertarik dengan pemilihan nama kerupuk tersebut.

READ  Kisah Jenderal Edi Sudradjat Berani Tolak Perintah Soeharto

“Nama kerupuknya juga bagus, Mama Muda. Bagus sekali, cara memberi namanya juga bagus, saya senang betul, bukan saya senang mama muda, ndak. Saya senang cara memberi nama bagus sekali, Kerupuk Rajungan Mama Muda, ini yang saya lihat di lapangan,” ucap Jokowi dalam agenda pembukaan BRI Microfinance Outlook 2024, di Ballroom Menara BRILiaN, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2024).

Rita mengungkapkan kepada kami bahwa hal tersebut benar-benar seperti mimpi baginya. Ia sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh berbagai pihak dalam mengembangkan Kerupuk Mamah Muda. Rita juga menyatakan keinginannya untuk kembali bertemu dengan Presiden Jokowi.

“Saya ingin bertemu dengan Pak Jokowi agar bisa menyerahkan kerupuk langsung ke beliau. Saya juga ingin meminta bantuan modal, jika boleh ha ha ha. Ayo ke Maros lagi, Pak Jokowi,” ujarnya.