Massa Pendemo di Belanda Mendukung Palestina Melakukan Aksi di Jalan Raya

indotim.net (Minggu, 14 Januari 2024) – Sejumlah massa pendemo mengadakan aksi long march di ibu kota Belanda untuk menyatakan dukungan mereka terhadap Palestina. Mereka juga mengutuk serangan yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.

Dilansir dari Anadolu Agensi, Minggu (14/1/2024), massa pendemo berkumpul di Museum Square di Amsterdam untuk menyampaikan dukungan mereka terhadap Palestina. Dalam pidato yang mereka dengarkan, kritik ditujukan kepada dukungan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat lainnya terhadap Israel, meskipun terjadi serangan di Gaza. Selain itu, para massa juga menyerukan tindakan dari Mahkamah Internasional atas gugatan yang diajukan Afrika Selatan terkait dugaan genosida yang sedang diadili.

Massa yang turun ke jalan di Belanda menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan berbagai tuntutan. Salah satu spanduk yang terlihat jelas adalah tulisan ‘Palestina akan bebas dari sungai hingga laut’, yang menegaskan aspirasi untuk kemerdekaan Palestina. Selain itu, terdapat juga spanduk dengan tulisan ‘Gencatan senjata sekarang’ yang menggambarkan keinginan agar pertumpahan darah di Palestina dapat dihentikan.

Tak hanya itu, mereka juga mengangkat isu genosida yang terjadi di Palestina. Spanduk lainnya bertuliskan ‘Hentikan genosida’ dan ‘Genosida sedang terjadi di Palestina’, dengan tujuan untuk memperhatikan kekerasan yang dialami oleh rakyat Palestina.

Sejumlah pengunjuk rasa mengenakan pakaian putih dengan tangan dicat merah sebagai bentuk protes terhadap jumlah anak yang tewas di Gaza. Mereka kemudian melakukan long march menuju Dam Square, titik akhir dari protes mereka. Massa juga menempatkan ribuan pasang sepatu anak-anak di sekitar lokasi dan membacakan nama serta usia mereka.

Sejak pecahnya serangan Israel di Gaza pada 7 Oktober, tentara Israel telah meningkatkan intensitas operasi militernya di Tepi Barat. Mereka semakin gencar melakukan invasi dan penggerebekan di kota-kota besar, kecil, dan kamp pengungsi. Peningkatan ini mengakibatkan 347 korban jiwa pada hari Sabtu yang lalu.

READ  Pejabat Uni Eropa Beberkan: Sumber Dana Israel untuk Melemahkan Otoritas Palestina

Sementara itu, akibat perang yang terjadi di Gaza hingga Sabtu (13/1/2024), sudah menimbulkan 23.843 kematian dan 60.317 orang terluka. Bukan hanya itu, infrastruktur yang mengalami kerusakan parah dan situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan juga menjadi dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak berwenang di wilayah tersebut dan PBB.

Kesimpulan

Sejumlah massa pendemo di Belanda mengadakan aksi long march untuk menyampaikan dukungan mereka terhadap Palestina dan mengutuk serangan Israel di Jalur Gaza. Mereka menyerukan tindakan dari Mahkamah Internasional dan meminta dukungan dari negara-negara Barat. Dengan membawa spanduk dan mengenakan pakaian putih dengan tangan dicat merah, mereka juga menyoroti genosida yang terjadi di Palestina dan memperhatikan kekerasan yang dialami oleh rakyat Palestina. Kondisi di Gaza semakin memburuk dengan peningkatan intensitas operasi militernya oleh tentara Israel, yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan parah. Situasi ini sangat memprihatinkan dan harus segera mendapatkan perhatian internasional.