Paksa Diri untuk Tidur dan Temukan Kunci Terlelap, Ungkap Pakar

indotim.net (Senin, 11 Maret 2024) – Mungkin Anda pernah merasa frustrasi ketika semakin keras memaksa tubuh untuk tidur, malah semakin sulit terlelap.

Menurut tren di TikTok, memaksakan diri untuk tidur mungkin justru menghambat upaya untuk tertidur. Para influencer justru merekomendasikan untuk mencoba tidak tidur.

Teknik yang bertentangan dengan intuisi ini dikenal sebagai ‘niat yang paradoks’. Metode ini ternyata telah diuji coba dan didukung oleh penelitian ilmiah.

“Niat paradoks adalah prosedur pengobatan lama yang telah digunakan dalam terapi psikologis selama beberapa dekade,” papar Colin Espie, profesor pengobatan tidur di Nuffield Department of Clinical Neurosciences, Universitas Oxford.

“Memaksa diri untuk tidur sebenarnya bisa membuat Anda semakin sulit terlelap,” ungkap pakar tidur Dr. Michael Grand, peneliti utama dalam studi ini.

Ia menambahkan, “Faktanya, saya melakukan penelitian pertama saya menggunakan terapi niat paradoks pada tahun 1980an,” ujarnya, dikutip dari BBC Science Focus.

Niat Paradoks seperti Apa?

Ada banyak fobia dan gangguan kecemasan yang bisa diatasi dengan niat paradoks. Pada setiap kasus, premis dasarnya adalah: sengaja mengambil sikap berlawanan terhadap hasil yang diinginkan.

Misalnya, jika ada seorang pasien yang memiliki fobia terhadap kegagalan tertentu, seorang psikolog akan membantu mereka menghadapinya secara langsung daripada menghindarinya.

Langkah ini berarti pasien dihadapkan pada berbagai situasi baru yang mungkin menyebabkan kegagalan, hingga pada akhirnya hal tersebut menjadi hal yang biasa baginya sehingga menghilangkan ketakutan dan kecemasannya.

“Untuk tidur, langkah awalnya adalah Anda perlu berusaha untuk tetap terjaga saat merasa ingin tidur, mengantuk, atau pada malam hari ketika terbangun,” ungkap Espie.

“Kuncinya adalah dengan mengubah niat untuk tetap terjaga,” saran pakar tidur.

READ  Fajar/Rian Raih Perempatfinal French Open 2024

Pendekatan ini mungkin terdengar aneh pada awalnya, namun berdasarkan prinsip bahwa berupaya terlalu keras untuk tidur sebenarnya dapat berdampak sebaliknya.

“Tidur pada dasarnya adalah proses yang tidak disengaja, dan karena itu, dengan mencoba mengendalikan proses tidur, Anda biasanya mengganggu proses tersebut,” jelas Espie.

“Pada dasarnya, Anda tidak bisa (menyengaja) tidur; Anda hanya bisa tertidur,” kata dia.

Manfaat tidur yang berkualitas sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan tubuh. Namun, terkadang paksa diri untuk tidur justru membuat sulit terlelap. Menurut pakar, ada kunci tertentu yang dapat membantu Anda memperbaiki pola tidur secara alami.

Kesimpulan

Menjelang tidur, memaksakan diri untuk terlelap mungkin tidaklah efektif. Niat paradoks, teknik yang bertentangan dengan intuisi, menjadi kunci untuk mencapai tidur yang berkualitas. Dengan mengubah niat untuk tetap terjaga, Anda dapat memperbaiki pola tidur secara alami. Memahami bahwa tidur adalah proses yang tidak dapat dipaksakan, dan dengan berupaya terlalu keras untuk tidur justru dapat membuat sulit tidur, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur Anda.