Siasat Produsen Pelumas: Strategi Beradaptasi dengan Mobil Listrik

indotim.net (Selasa, 05 Maret 2024) – Tren kendaraan listrik tengah melanda Indonesia. Fenomena tersebut diprediksi menjadi tantangan tersendiri untuk produsen pelumas. Sebab, kendaraan bersuara senyap itu hanya memerlukan sedikit pelumas dibandingkan mobil-motor konvensional. Apa siasat Shell Lubricants?

Jason Wong selaku Global Executive Vice President Shell Lubricants menyatakan bahwa meskipun kendaraan listrik mulai populer di beberapa negara, termasuk Indonesia, namun jumlahnya masih belum sebanding dengan kendaraan bensin.

Meski demikian, Shell Lubricants tetap melakukan adaptasi dalam menyongsong era elektrifikasi. Sebagai perusahaan besar, mereka harus menyesuaikan permintaan pasar.

“Kalau kita bicara pola bisnis, yang kami (Shell) lakukan adalah bagaimana caranya bisa memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mempersiapkan teknologi jangka panjang untuk besok,” ujar Jason Wong saat ditemui di SCBD, Jakarta Selatan, Senin (4/3).

Shell

Kini, produsen pelumas terkemuka masih akan memproduksi pelumas premium dengan tingkat efisiensi tinggi. Mereka juga merencanakan pengembangan produk khusus untuk mendukung mobil listrik di masa depan. Sebelumnya, Shell telah meluncurkan e-fluids sebagai pelumas kendaraan nonemisi, dan produk tersebut sedang dipertimbangkan untuk masuk ke pasar Indonesia.

Meskipun tren kendaraan listrik terus berkembang, produsen pelumas tetap fokus pada strategi bisnis untuk tetap relevan. Sebuah perusahaan pelumas mengungkapkan, “Untuk industri EV kami tetap tertarik, kami sudah menciptakan e-fluids yang khusus EV. E-fluid diperkenalkan sejak 2019, dan sekarang kami sudah punya deretan lini e-fluid khusus mobil EV.”

Perusahaan tersebut juga melihat peluang di bidang lain, seperti kebutuhan pendinginan data center yang semakin meningkat. Dengan ini, mereka berupaya untuk terus berinovasi dan menyesuaikan produknya dengan tuntutan pasar yang terus berubah.

Pada masa lalu, sistem pendinginan kendaraan masih menggunakan metode konvensional yang hanya mengandalkan angin. Namun, kini produsen pelumas menciptakan produk immersion cooling fluid yang berbentuk cairan pendingin. Cairan ini dapat digunakan untuk mendinginkan sel-sel baterai agar tidak mengalami overheating,” ungkapnya.

READ  Cadangan Devisa Indonesia Turun, Dampak dan Penyebabnya

Shell Foto: Agung Pambudhy

Jason menyimpulkan, tren kendaraan listrik tidak mengancam perusahaan pelumas di Indonesia, melainkan membuka peluang baru.

“Tidak (mengancam), EV itu adalah opportunity, karena kami tentu harus meningkatkan kualitas produk untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen,” kata dia.

Kesimpulan

Produsen pelumas terkemuka seperti Shell Lubricants tengah beradaptasi dengan tren kendaraan listrik yang tengah berkembang di Indonesia. Dengan tetap memproduksi pelumas premium efisien dan merencanakan pengembangan produk khusus untuk mobil listrik, perusahaan tersebut menunjukkan komitmen untuk tetap relevan dalam industri yang terus berubah. Meskipun tantangan besar dari kendaraan listrik yang memerlukan sedikit pelumas, Shell Lubricants optimis bahwa tren mobil listrik bukanlah ancaman, tetapi justru membawa peluang baru untuk meningkatkan kualitas produk sesuai kebutuhan konsumen.