Menelusuri Garasi Menteri Bahlil Lahadalia yang Ramai Dibicarakan karena Izin Tambang

indotim.net (Rabu, 06 Maret 2024) – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia is currently under the spotlight due to the controversy surrounding mining license manipulation. These allegations were revealed by one of the national media outlets. When it comes to the contents of his garage, let’s take a look at Minister Bahlil’s vehicle collection.

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Bahlil tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp 302.467.616.354. Kekayaan tersebut dilaporkan pada periode 31 Maret 2023/Periodik – 2022, di mana ia menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.

Di antara total harta kekayaan tersebut, terdapat Rp 284.099.500.000 berupa tanah dan bangunan, Rp 2.012.500.000 dalam bentuk surat berharga, serta kas dan setara kas sebanyak Rp 16.240.016.354.

Untuk harta berupa alat transportasi dan mesin, Menteri Bahlil Lahadalia memiliki total nilai sebesar Rp 115.600.000. Di dalam garasinya terdapat mobil Toyota Harrier tahun 2007 hasil sendiri dengan nilai taksiran sekitar Rp 68.000.000 dan Honda CR-V tahun 2010 hasil sendiri dengan nilai taksiran sekitar Rp 47.600.000.

Respons Bahlil Terkait Isu Permainan Izin Tambang

Dikutip dari laman detikFinance, dalam keterangan pers resminya, Bahlil memberikan kuasa kepada Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Tina Talisa untuk memberikan aduan resmi ke Dewan Pers.

Menteri Bahlil menyatakan keberatannya karena sebagian informasi yang disampaikan ke publik cenderung menuju ke arah tuduhan dan fitnah. Selain itu, informasi tersebut penuh dengan fakta yang belum terverifikasi. Menurut Tina, hal ini dianggap melanggar Kode Etik Jurnalistik, terutama terkait tugas wartawan untuk selalu memverifikasi informasi dan tidak mencampuradukkan fakta dengan opini yang bersifat menghakimi,” ujar Tina dalam keterangannya, Senin (4/3/2024).

READ  Tingkatkan Kesadaran Lingkungan: Hari Pendidikan Lingkungan Hidup Internasional

Bahlil, sesuai penuturan Tina, merasa kecewa dengan konten podcast yang disiarkan pada Sabtu, 3 Maret 2024, dan pemberitaan dari salah satu media nasional pada tanggal yang sama, dengan laporan investigasi berjudul ‘Main Upeti Izin Tambang’. Menurut Bahlil, karya jurnalistik tersebut merugikan dirinya karena dianggap tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Informasi yang disajikan oleh Bahlil dianggap tidak akurat dan belum terverifikasi. Laporan tersebut menyebabkan kesan negatif terhadap Bahlil Lahadalia dan juga instansi dari Kementerian Investasi/BKPM.

Sebagai tanggapan atas sorotan terkait permainan izin tambang yang dialamatkan pada garasi milik Menteri Bahlil Lahadalia, Tina menjelaskan bahwa pelaporan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Pengaduan sengketa pemberitaan diatur oleh Dewan Pers guna mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.

Kesimpulan

Minister Bahlil Lahadalia’s garage has been a topic of discussion due to allegations of mining license manipulation. Despite the controversies, his declared assets include a significant amount of wealth, with his vehicle collection in the garage consisting of a 2007 Toyota Harrier and a 2010 Honda CR-V, among other assets. In response to the accusations, Minister Bahlil expressed dissatisfaction with the media coverage, citing concerns about unverified information and potential harm to his reputation and the ministry’s image. The matter has escalated to formal complaints lodged with the Press Council in accordance with journalistic ethics.