10 Hal yang Membuat Turis Tidak Nyaman Saat Liburan di Jepang

indotim.net (Selasa, 14 November 2023) – Jepang merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis. Beberapa objek wisata yang terkenal di antaranya Tokyo Skytree, Kuil Sensoji, hingga Tokyo Disneyland.

Meskipun memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, ternyata Jepang menyimpan sisi lain yang kurang disukai oleh para turis. Apa saja hal tersebut? Mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

Hal yang Dibenci Turis Saat Liburan di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara maju di kawasan Asia. Meskipun sudah didukung dengan teknologi canggih dan mutakhir, namun masih ada beberapa aspek dalam sektor pariwisata yang dinilai kurang memuaskan.

Sebuah situs perjalanan di Jepang yang berfokus pada turis, Good Luck Trip, baru-baru ini melakukan survei kepada sejumlah turis untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap fasilitas yang tersedia di Jepang.

Survei ini dilakukan secara online dan disebar kepada orang-orang yang sebelumnya pernah mengunjungi Jepang. Pihak survei ingin mengetahui hal-hal apa saja yang membuat mereka tidak nyaman atau bahkan kesal saat berlibur di Jepang.

Dari hasil survei Good Luck Trip, mereka menerima sebanyak 891 tanggapan mengenai kekhawatiran para wisatawan saat berlibur di Jepang. Berdasarkan semua tanggapan tersebut, mereka merilis 10 hal teratas yang membuat para turis merasa tidak nyaman selama berlibur di Negeri Sakura.

Pada peringkat pertama, ternyata masalah penggunaan WiFi menjadi hal yang tidak terduga. Sebanyak 31,5% responden mengakui kesulitan untuk menemukan akses WiFi di ruang publik Jepang. Meskipun biasanya mereka dapat menemukan WiFi di restoran atau kafe, namun tanda atau logo WiFi seringkali tersembunyi dan hanya ditulis dalam bahasa Jepang.

READ  Bersitegang dengan Korut, AS-Korsel-Jepang Latihan Militer Gabungan

Pada peringkat kedua, para turis mengalami kesulitan berkomunikasi dengan sejumlah staf atau pegawai di restoran dan toko. Selanjutnya, pada peringkat ketiga, para turis mengeluh karena minimnya papan petunjuk yang ditulis dalam bahasa Inggris sehingga mereka menghadapi kesulitan dalam memahaminya.

Namun demikian, masih terdapat beberapa tempat di Jepang yang menyediakan papan informasi berbahasa Inggris, misalnya di mal besar atau restoran internasional. Selain itu, terdapat staf atau pegawai yang dapat berbicara dalam bahasa Inggris, sehingga mempermudah para turis dalam bertanya.

Minimnya papan informasi dalam bahasa Inggris di transportasi umum juga membuat para turis kesal. Meskipun transportasi umum di Jepang terkenal efisien, turis sering kebingungan ketika membaca papan informasi yang hanya ditulis dalam bahasa Jepang.

Berikut adalah daftar 10 hal yang membuat turis merasa tidak nyaman saat berlibur di Jepang:

  1. Keterbatasan WiFi di beberapa area
  2. Kesulitan berkomunikasi dengan staf yang tidak bisa berbahasa Inggris
  3. Kurangnya papan informasi dalam bahasa selain Jepang yang sulit dipahami oleh turis
  4. Kesulitan menggunakan transportasi umum karena papan informasi lebih dominan menggunakan bahasa Jepang
  5. Kurangnya tempat sampah yang tersedia
  6. Kesulitan menggunakan aplikasi pembayaran seluler
  7. Kesulitan menggunakan kartu kredit atau debit
  8. Kurangnya tempat merokok dan informasi mengenai area merokok
  9. Pertukaran mata uang yang membingungkan
  10. Tidak adanya diskon untuk tiket kereta atau kereta bawah tanah

Itulah 10 hal yang dibenci oleh para turis saat liburan di Jepang. Jadi, sudahkah Anda mempersiapkan hal-hal tersebut untuk liburan ke Jepang nanti?

Kesimpulan

Meskipun Jepang merupakan destinasi wisata yang populer, terdapat beberapa hal yang membuat turis merasa tidak nyaman saat berlibur di sana. Dalam survei yang dilakukan oleh situs perjalanan Good Luck Trip, terdapat 10 hal yang menjadi perhatian utama para turis. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan WiFi di beberapa area, kesulitan berkomunikasi dengan staf yang tidak bisa berbahasa Inggris, kurangnya papan informasi dalam bahasa selain Jepang, kesulitan menggunakan transportasi umum, dan kurangnya tempat sampah yang tersedia. Selain itu, turis juga merasa kesulitan menggunakan aplikasi pembayaran seluler, kartu kredit atau debit, menemukan tempat merokok, menukar mata uang, dan mendapatkan diskon tiket kereta atau kereta bawah tanah. Dengan memahami hal-hal ini, para turis dapat lebih mempersiapkan diri saat berlibur ke Jepang untuk menghindari ketidaknyamanan.

READ  Jalan Raya Bogor-Cililitan Terjebak Macet, Pemotor Senggolan hingga Invasi Trotoar