Jenderal Amerika Serikat Bantu Ekuador Perangi Geng Kriminal

indotim.net (Jumat, 12 Januari 2024) – Seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) beserta beberapa pejabat senior dari Washington akan melakukan kunjungan ke Ekuador. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan bantuan dalam mengatasi kekacauan yang terjadi di Ekuador akibat aksi teror dari geng kriminal.

Sesuai dengan laporan yang diterima dari AFP pada Jumat (12/1/2024), sekelompok pejabat Amerika Serikat (AS) akan memberikan dukungan kepada Presiden Daniel Noboa dalam upayanya melawan geng kriminal yang menyebabkan kekacauan di negara Amerika Selatan tersebut.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Jenderal Laura Richardson, kepala Komando Selatan AS, akan memimpin kunjungan ke Ekuador dalam beberapa pekan mendatang. Kunjungan ini bertujuan untuk membantu Ekuador dalam upaya memerangi geng kriminal yang semakin mengancam keamanan negara tersebut.

“Untuk menjajaki, dengan rekan-rekan Ekuador, cara-cara kita bisa bekerja bersama secara lebih efektif dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi kriminal transnasional,” ujar Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

Sejumlah pejabat sipil dari Amerika Serikat juga turut dalam kunjungan ini, termasuk asisten Menteri Luar Negeri AS, Todd Robinson, yang memiliki tugas penting dalam memerangi peredaran narkotika.

Lebih lanjut, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan memperluas kerja sama dengan Ekuador dalam berbagi intelijen, termasuk dalam kegiatan dunia maya. Selain itu, AS juga sedang mencari cara untuk meminta pertanggungjawaban bagi para pelaku kriminal.

Menurut Miller, pejabat-pejabat AS juga akan membahas reformasi penjara di Ekuador. Negara ini telah dilanda oleh serangkaian pengepungan ketika narapidana yang tergabung dalam kelompok kejahatan terorganisir mengambil alih kontrol penjara.

Sebuah artikel menyebutkan bahwa Jenderal AS kali ini melakukan kunjungan ke Ekuador dengan tujuan untuk membantu pemerintah setempat dalam upaya memerangi geng kriminal yang semakin memprihatinkan.

READ  Gegar Pembunuhan di Udara: Khasus Penumpang Vs Pramugari di Pesawat ANA

Melalui kolaborasi antara kedua negara, diharapkan dapat dilakukan langkah-langkah efektif guna mengatasi permasalahan ini. Jenderal AS menyampaikan bahwa Amerika Serikat siap memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah Ekuador dalam menuntaskan masalah ini.

Sejauh ini, kunjungan Jenderal AS tersebut sudah menunjukkan hasil positif. Beberapa operasi gabungan antara pasukan keamanan kedua negara telah berhasil dilakukan, dan beberapa geng kriminal pun berhasil ditangkap.

Semakin eratnya kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap keamanan dan stabilitas di Ekuador. Selanjutnya, upaya bersama akan terus dilakukan untuk mengatasi masalah geng kriminal yang menjadi ancaman bagi masyarakat.

Noboa telah menyatakan “perang” dengan 22 geng kriminal untuk memulihkan keamanan negara. Jam malam diberlakukan dan tentara berpatroli di jalanan, serta melakukan pencarian acak.

Menurut Miller, tingkat kekerasan di Ekuador saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Amerika Serikat mengutuk serangan-serangan ini dan para penjahat yang bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kami akan bekerja sama dengan Presiden Noboa untuk memperdalam kerja sama penegakan hukum melalui program bantuan keamanan AS,” ujar Miller.

Kesimpulan

Sebuah kunjungan yang melibatkan pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) ke Ekuador bertujuan untuk memberikan bantuan dalam mengatasi aksi teror dari geng kriminal yang semakin mengancam keamanan negara tersebut. Dalam kunjungan ini, kedua negara sepakat untuk melakukan kerja sama dalam berbagi intelijen, reformasi penjara, dan meminta pertanggungjawaban bagi para pelaku kriminal. Hingga saat ini, kerjasama ini sudah menunjukkan hasil positif dengan berhasilnya beberapa operasi gabungan yang berhasil menangkap beberapa geng kriminal. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keamanan dan stabilitas di Ekuador.