Jawaban JK Tentang Debat Ketiga Capres Dinilai Banyak Serang Urusan Personal

indotim.net (Kamis, 11 Januari 2024) – Pada tanggal 10 dan 12, Jusuf Kalla memberikan komentar mengenai debat ketiga Pilpres 2024 yang dinilai banyak menyerang personal. JK berpendapat bahwa masyarakat sebenarnya ingin mengetahui integritas calon presiden selain dari gagasannya.

“Memang topiknya, seperti yang kita ketahui, meliputi pertahanan, siber, dan lima topik lainnya. Namun, selain memahami gagasan dan wawasan calon presiden, masyarakat juga ingin mengetahui integritasnya,” kata JK saat diwawancarai di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (10/1/2024).

JK menyampaikan pandangannya bahwa saling serang dalam debat Pemilihan Presiden (Pilpres) adalah hal yang lumrah. Dia kemudian bercerita tentang pengalaman mengikuti debat Pilpres 2019 bersama Presiden Joko Widodo. Menurut JK, dinamika ini sebenarnya dapat menunjukkan integritas calon presiden.

“Dalam hal pertanyaan tersebut, debat selalu mempertontonkan hal seperti itu. Saya juga mengalami waktu debat yang sama dengan Jokowi, saat saya menjadi lawan Pak Prabowo juga begitu. Menurut saya, tidak masalah, karena masyarakat perlu mengetahui integritas seseorang,” ujar JK.

Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan komentar terkait debat ketiga dalam Pilpres yang berlangsung semalam. Jokowi menilai bahwa dalam debat tersebut, tidak terlihat visi dari setiap calon presiden, melainkan terkesan lebih banyak saling serangan.

“Yang pertama, saya melihat bahwa substansi dari visinya tidak terlihat, yang terlihat justru saling menyerang, padahal sebenarnya itu tidak masalah selama kebijakan, kebijakan, dan visi tetap dijaga,” kata Jokowi saat berkunjung ke Serang, Banten, pada Senin (8/1).

Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya terhadap adanya saling serang yang bersifat personal dalam debat tersebut. Menurutnya, hal tersebut kurang memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan pengajaran kepada masyarakat.

READ  Andre Rosiade di Bukittinggi: Prabowo-Gibran Menuju Kemenangan di Pilpres!

“Tapi ketika sudah mulai menyerang hal-hal personal, yang tidak ada hubungannya dengan konteks debat malam tadi mengenai hubungan internasional, geopolitik, pertahanan, dan sebagainya, menurut saya ini kurang memberikan pendidikan dan kurang mendidik masyarakat yang menonton,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi debat ketiga antara para calon presiden semalam dan menyampaikan kekecewaannya. Menurut Jokowi, banyak masyarakat yang merasa kecewa dengan konten debat tersebut. Dia berharap agar format debat di masa mendatang dapat ditingkatkan, sehingga kebijakan dan visi dari calon presiden lebih terlihat jelas.

Kesimpulan

Jusuf Kalla dan Joko Widodo mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap debat ketiga Pilpres 2024 yang dinilai lebih banyak menyerang urusan personal. Meskipun saling serang dalam debat adalah hal yang lumrah, JK berpendapat bahwa integritas calon presiden juga perlu diperhatikan oleh masyarakat. Jokowi menilai bahwa dalam debat tersebut tidak terlihat visi dari setiap calon presiden. Mereka berharap format debat di masa mendatang dapat ditingkatkan agar kebijakan dan visi calon presiden lebih terlihat jelas.