Ketum Prabu Beberkan Fakta Menarik Terkait DPD Bali yang Membubarkan Diri, Apa Sebabnya?

indotim.net (Kamis, 11 Januari 2024) – Ketua Umum Relawan Prabowo Budiman Bersatu (Prabu), Arvindo Noviar, memberikan klarifikasi terkait DPD Prabu Bali yang disebut membubarkan diri karena kecewa tidak diikutsertakan dalam kepanitiaan konser. Arvindo memastikan bahwa itu hanya tindakan oknum di luar Prabu.

Arvindo awalnya mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan acara konser yang diadakan pada hari Selasa (9/1) kemarin. Ia menyatakan bahwa konser bersama Dewa-19 berjalan lancar berkat kerja keras semua pihak yang terlibat.

“Kami sangat bersyukur bahwa acara kemarin berhasil dilaksanakan dengan baik karena adanya partisipasi dari semua pihak dan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Seluruh relawan terlibat, TKD (Tim Kampanye Daerah)-nya juga sangat hebat, serta dukungan dari partai-partai koalisi. Acara tersebut adalah konser Dewa 19 bersama Prabu dengan tema pesta rakyat. Tentunya, sebagai bagian dari organisasi relawan Prabowo dan Mas Gibran, kami berusaha menumbuhkan semangat dan kegembiraan publik. Sebagai kampanye pasangan nomor 02, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas yang kami lakukan untuk menstimulasi kegembiraan publik,” kata Arvindo kepada wartawan, Rabu (10/1/2024).

Prabu, Ketua Umum (Ketum) DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Bali, memberikan klarifikasi terkait kabar DPD Bali akan membubarkan diri karena tidak diajak dalam sebuah konser. Menyikapi hal ini, Arvindo, salah satu narasumber, menyebut bahwa memang terjadi dinamika di internal Prabu mengenai kepanitiaan konser tersebut.

Namun, menurut Arvindo, dinamika tersebut hanyalah masalah biasa yang tidak terlalu besar.

“Dalam organisasi yang dinamis seperti ini, hal seperti itu sebenarnya biasa terjadi, hanya masalah psikologis dan banyaknya miskomunikasi. Saya menekankan kepada kawan-kawan Prabu untuk tetap tenang dan berdiskusi dengan baik jika ada hambatan psikologis atau masalah lainnya,” ujar Ketua Umum Prabu.

READ  Salaman Hangat dengan Moeldoko di Istana, AHY: Merajut Hubungan

Kemudian, Arvindo mengungkapkan rasa kagetnya atas dinamika tersebut yang akhirnya berujung pada munculnya pemberitaan bahwa DPD Prabu Bali telah membubarkan diri. Ia mengaku tidak mengenal pihak yang menyampaikan berita tersebut, yaitu Ida Bagus Gerry.

“Kemudian dalam perjalanan saya, saya mendapatkan informasi bahwa DPD Prabu Bali membubarkan diri, dan kemudian saya membaca beritanya mengenai Ida Bagus Gerry. Saya bingung siapa ini,” ujar Arvindo.

“Saya terkejut ada seseorang yang mengklaim bernama Ida Bagus Gerry, bahkan beberapa kali muncul dengan nama samaran Bagus Ata. Dia mengaku sebagai Ketua DPD (Prabu Bali) seminggu yang lalu, kemudian tiba-tiba mengaku sebagai sekretaris ketika saya meneleponnya. Begitu saya bertanya, dia mengaku sebagai anggota Buleleng,” ujar Ketua Umum Prabu dalam klarifikasinya.

Dalam klarifikasinya, Ketua Umum (Ketum) Prabu telah menanggapi kabar mengenai DPD Bali yang mengumumkan pembubaran diri mereka karena tidak diajak dalam sebuah konser. Prabu menegaskan bahwa dia tidak terlibat dalam keputusan tersebut dan meragukan adanya pihak lain di luar dirinya yang berusaha mengatur hal ini. Ia menyatakan bahwa rentetan kejadian ini terbilang terlalu banyak dan mencurigakan.

“Sepertinya begitu, meskipun jika ada, saya dapat menyimpulkan, saya dapat menduga, saya dapat merasakannya, memang terasa aneh, seolah-olah ada sesuatu yang bergerak di luar semua ini selain dari nama-nama yang disebutkan kemarin, seolah-olah ada orkestrasi. Karena ini terlalu banyak berkelanjutan, pada awalnya saya berpikir motifnya sederhana, motif panitia,” katanya.

Simak informasi lengkapnya pada halaman berikut:

Lebih lanjut, Arvindo juga membicarakan kepanitiaan yang menjadi permasalahan yang dihubungkan dengan Ida Bagus Gerry. Menurutnya, pelaksanaan konser seperti yang terjadi di Bali, dikerjakan secara kolaboratif.

READ  Prabowo-Gibran Akan Bertemu Sultan Hamengku Buwono X di DIY Siang Ini

“Saya ingin memberikan klarifikasi terkait kepanitiaan. Perlu diketahui bahwa Prabu adalah salah satu dari relawan baru kami. Kami menyadari bahwa kami tidak memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mengadakan acara sebesar yang telah terjadi kemarin. Kami juga menyadari bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan seluruh relawan Prabowo-Gibran, tim kampanye daerah, partai koalisi, serta tokoh-tokoh yang memiliki orientasi politik dalam upaya untuk memenangkan Prabowo-Gibran pada tahun 2024,” ungkapnya.

“Tentu Prabu tidak bisa kerjakan sendirian acara ini, nah saya lihat ada hambatan psikologis di situ, ada miskomunikasi. Saya bersyukur walau ada dinamika-dinamika kecil ini, acara Prabu bersama Dewa 19 dan relawan se-Provinsi Bali dan TKD berjalan sukses,” lanjutnya.

Arvindo menegaskan bahwa ia tidak akan mempersoalkan masalah tersebut lagi. Bahkan, ia siap merangkul oknum Ida Bagus Gerry jika masih bersedia untuk bergabung dengan Prabu.

DPD Prabu Bali Ngaku Bubarkan Diri

Sebelumnya diberitakan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Relawan Prabowo Budiman Bersatu (Prabu) Provinsi Bali membubarkan diri. Keputusan tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap Dewan Pengurus Pusat (DPP) Prabu karena tidak diikutsertakan dalam kepanitiaan konser yang akan diselenggarakan pada Selasa (9/1).

“Kami tidak diikutsertakan untuk konser besok, baik dari kepanitiaan maupun apapun,” kata Sekretaris DPD Prabu Bali Ida Bagus Gerry saat ditemui di sekretariat Prabu Bali di Denpasar, dilansir dari sumber detikBali pada Senin (8/1).

“Kami menyatakan dari DPD Prabu Bali membubarkan diri, apapun hasil dari konser itu tidak tanggung jawab kami dari DPD Bali,” imbuhnya.