Komrad Pancasila Sebut Pernyataan Kapolri ‘Estafet Kepemimpinan’ sebagai Langkah yang Wajar di Tengah Perkembangan Politik

indotim.net (Sabtu, 13 Januari 2024) – Koordinator Komrad Pancasila Antony Yudha menyebut pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait estafet kepemimpinan di Perayaan dan Ibadah Natal 2023 adalah hal yang wajar. Antony mengatakan bahwa hal tersebut dapat dimaklumi karena Jenderal Sigit adalah penanggung jawab keamanan pemilu.

“Saya rasa pernyataan Pak Kapolri merupakan sikap yang wajar selaku penanggung jawab keamanan selama pemilu berlangsung, dan tidak ada tendensi politik terhadap calon tertentu karena semua calon yang nantinya menang memang harus melanjutkan estafet dan tren positif kebijakan pemerintah sebelumnya,” ujar Antony dalam keterangannya, Sabtu (13/1/2024).

Antony memperingatkan agar tidak ada pihak yang berusaha mempengaruhi Polri seolah-olah tidak netral dan mengadu-domba masyarakat. Ia berharap pemilu dapat berjalan dengan aman dan damai.

“Mereka yang sering menuduh Polri tidak netral adalah pihak yang kehabisan akal sehat, dan ide untuk memenangkan calon politiknya sehingga mau membenturkan masyarakat dengan Polri untuk menciptakan efek elektoral, tetapi dengan cara yang jahat,” ujar Antony.

Penjelasan Polri Soal Pernyataan Kapolri

Karo Penmas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan maksud pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait estafet kepemimpinan yang disampaikan pada acara Perayaan dan Ibadah Natal 2023. Trunoyudo menyampaikan, secara keseluruhan, Kapolri memberikan pesan kesatuan dalam keberagaman hingga cooling system.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam perayaan dan ibadah Natal 2023. Anda dapat melihat secara lengkap video tersebut di mana Bapak Kapolri menyampaikan pesan-pesan terkait persatuan dan kesatuan dalam keberagaman, serta perihal sistem pendingin,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/1/2024).

READ  Penyusunan Penjelasan MK mengenai Putusan PT 4% Harus Disesuaikan Sebelum Pemilu 2029

Mengenai pernyataan Kapolri terkait “Estafet Kepemimpinan”, Komrad Pancasila menyampaikan pendapatnya bahwa hal tersebut adalah suatu hal yang wajar. Estafet kepemimpinan yang dimaksudkan adalah kelanjutan kepemimpinan dari Presiden RI ke-1, Ir. Sukarno, hingga era Presiden ke-7, Joko Widodo. Komrad Pancasila menegaskan pentingnya adanya program pembangunan yang berkelanjutan pada setiap pemimpin.

“Perlu kami jelaskan, yang dimaksudkan adalah keberlanjutan sejak era Presiden pertama Ir. Sukarno hingga Presiden ke-7 Ir. Joko Widodo untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, yang berlanjut dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Estafet kepemimpinan ini juga tentu harus dilanjutkan oleh siapa pun calon pemimpin baru dan program apapun yang dibawanya,” ujarnya.

Trunoyudo menegaskan netralitas institusi Polri dalam Pemilu 2024. Menurutnya, Kapolri telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polri terkait netralitas.

“Kapolri telah memberikan petunjuk kepada semua anggota Polri untuk berkomitmen bahwa Polri harus netral sesuai amanat dalam UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan jelas dijelaskan dalam Pasal 28 ayat 1 dan ayat 2,” ungkap Komrad Pancasila.

Trunoyudo memastikan Polri berkomitmen dalam mewujudkan pemilu damai demi persatuan dan kesatuan bangsa. “Tentunya Polri komitmen dalam keamanan penyelenggaraan Pemilu 2024 ini sehingga mewujudkan pemilu yang aman dan damai tentu juga dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa,” lanjutnya.

Komrad Pancasila, salah satu tokoh masyarakat, memberikan tanggapannya terkait pernyataan Kapolri mengenai ‘estafet kepemimpinan’. Menurut Komrad Pancasila, pernyataan tersebut adalah hal yang wajar dalam suatu organisasi, termasuk di lingkungan kepolisian.

Kesimpulan

Kontroversi pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang ‘estafet kepemimpinan’ dalam perayaan Natal 2023 menuai respons beragam. Namun, Koordinator Komrad Pancasila Antony Yudha menganggap pernyataan tersebut sebagai langkah yang wajar karena Kapolri bertanggung jawab dalam menjaga keamanan pemilu. Antony juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mempengaruhi netralitas Polri dan berharap pemilu dapat berjalan aman dan damai. Karo Penmas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko juga menegaskan netralitas Polri dalam pemilu dan menjelaskan bahwa estafet kepemimpinan dimaksudkan sebagai kelanjutan pembangunan berkelanjutan dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya untuk kebaikan bangsa ini. Polri pun berkomitmen untuk mewujudkan pemilu yang aman dan damai demi persatuan dan kesatuan bangsa.

READ  Tren Tanggung Jawab Media Online Pasca Pemilu