Timnas AMIN Optimis Mewujudkan Pemberdayaan 40 Kota Baru: Jalan Menuju Ekonomi Merata

indotim.net (Sabtu, 13 Januari 2024) – Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) akan memfokuskan pada program pembangunan 40 kota yang sudah ada di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk mencapai pemerataan pembangunan ekonomi nasional.

Timnas AMIN menyampaikan optimisme mereka terkait program pembangunan 40 kota baru yang bertujuan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi. Anggota Dewan Pertimbangan Timnas AMIN, Awalil Rizky, mengungkapkan hal tersebut dalam Diskusi Publik tentang Pembangunan Kota-Kota di Indonesia agar Setara dengan Jakarta. Diskusi ini diselenggarakan di Sekretariat Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Jumat (12/1/2024). Ahmad Nur Hidayat, Anggota Dewan Pakar Timnas AMIN, turut hadir dalam diskusi tersebut.

“Dalam visi, misi, dan programnya, Timnas AMIN telah memberikan perhatian khusus pada kesetaraan dan keadilan untuk mencapai Indonesia adil dan makmur bagi semua. Kami terus berdiskusi dengan para pakar dan ahli, baik dari internal Timnas AMIN maupun dari luar, terutama dalam konteks pembangunan 40 kota yang telah ada di berbagai wilayah Indonesia untuk mempercepat pemerataan ekonomi,” ungkap Awalil dalam acara diskusi.

Di lokasi yang sama, Ahmad Nur menyatakan optimis terhadap program pembangunan 40 kota baru yang dicanangkan oleh Timnas AMIN. Menurut Ahmad Nur, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di dalamnya. Ia berpendapat bahwa setiap kota akan memiliki ciri khas yang menarik dan masyarakat dapat mengembangkan serta mempertahankan identitas budaya mereka.

“Komitmen kita adalah bahwa pembangunan kota tidak hanya sebatas fisik. Kota juga memiliki masalah dalam hubungan keluarga dan budaya, tidak hanya masalah fisik semata. Pembangunan kota harus mengupgrade sehingga di masa depan, setiap kota akan memiliki ruang publik untuk warganya. Selain itu, setiap kota akan memiliki fitur atau ciri khas yang berbeda,” kata Ahmad.

READ  Info Aturan Penggunaan Stop Kontak di Kereta Api, Simak!

Selain itu, Ahmad juga menilai, pembangunan IKN sudah menunjukkan tanda-tanda tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, dia menyatakan perlunya perencanaan perbaikan pada 40 kota.

“Kami melihat dari IKN ini sudah ada tanda-tanda yang tidak sustainable, oleh karena itu solusi yang terbaik adalah kita mewacanakan upgrading 40 kota,” kata narasumber.

Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama, Ahli Tata Kota dari Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Suparwoko mendukung penuh program pembangunan 40 kota baru daripada hanya membangun satu kota IKN. Menurutnya, apabila pembangunan dilakukan di 40 kota, perlu juga membangun kantor Kementerian di setiap kota tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.

“Bisa dibayangkan kementerian ada di daerah-daerah yang berbeda tentu akan memberi efek berganda. Ide saya untuk mendistribusikan kementerian di berbagai daerah ini adalah untuk mendistribusikan pemerataan keadilan dan pembangunan,” tegas Suparwoko.

Kesimpulan

Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) optimis dalam mewujudkan pemberdayaan 40 kota baru di Indonesia. Mereka memiliki komitmen untuk mencapai pemerataan pembangunan ekonomi nasional. Dalam diskusi publik, Timnas AMIN menyampaikan bahwa program pembangunan ini akan menekankan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di setiap kota. Terdapat dukungan dari pakar dan ahli dalam bidang tata kota yang memandang program ini sebagai langkah yang baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan distribusi keadilan di seluruh wilayah Indonesia.