7 Tanaman yang Berbahaya, Salah Satunya Terdapat di Indonesia

indotim.net (Selasa, 14 November 2023) – Tanaman yang sering kita temui umumnya tidak membahayakan, kecuali jika kita menyentuh bagian-bagian tertentu seperti duri yang dimilikinya. Dijelaskan dalam Britannica, tanaman memiliki perlindungan alami agar tidak kehilangan daunnya akibat serangan herbivora.

Tanaman juga mengembangkan adaptasi yang cerdik untuk mencegah pemakan daun. Namun, ada beberapa pertahanan kimia pada tanaman yang bisa menyebabkan reaksi kulit yang menyakitkan.

Tanaman juga mengembangkan adaptasi yang cerdik untuk mencegah pemakan daun. Namun, ada beberapa pertahanan kimia pada tanaman yang bisa menyebabkan reaksi kulit yang menyakitkan.

Berikut ini beberapa tanaman yang sebaiknya tidak disentuh karena dapat menyebabkan luka melepuh, terbakar, dan sebagainya.

Deretan Tanaman yang Tidak Boleh Disentuh

1. Manchineel

Manchineel atau Hippomane mancinella adalah tanaman asli Florida, Karibia, dan beberapa daerah di Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman sepanjang tahun ini memiliki daun dan buah yang mirip dengan apel.

Namun, mengkonsumsi buahnya dapat membuat mulut dan kerongkongan melepuh. Getah susu dari daun dan kulit kayunya mengandung bahan kimia mengiritasi yang dikenal sebagai phorbol.

Tetesan air hujan dari pohonnya juga dapat mengandung phorbol dan menyebabkan luka melepuh bagi orang yang berdiri di bawahnya. Bahkan, menyentuh pohonnya saja dapat membuat kulit melepuh.

2. Poison ivy

Poison ivy beserta kerabatnya, poison sumac, dan poison oak mengandung suatu bahan kimia yang disebut urushiol. Jika terkena, hampir seluruh bagian tanaman ini dapat menyebabkan peradangan kulit yang parah, gatal, dan nyeri.

Urushiol juga dapat bertahan pada pakaian, sepatu, binatang, atau tanah yang terkena. Ruam yang muncul dapat berlangsung mulai dari kurang dari satu minggu hingga lebih dari tiga minggu, namun umumnya tidak memerlukan perawatan medis.

READ  Menguatkan Sistem Merit ASN dengan Platform Digital: Terobosan Terkini MenPAN-RB

Urushiol juga dapat bertahan pada pakaian, sepatu, binatang, atau tanah yang terkena. Ruam yang muncul dapat berlangsung mulai dari kurang dari satu minggu hingga lebih dari tiga minggu, namun umumnya tidak memerlukan perawatan medis.

3. Stinging nettle

Tanaman stinging nettle dapat ditemukan di seluruh Eurasia, Amerika Utara, dan beberapa wilayah Amerika Selatan. Daun dan batang muda tanaman ini memiliki rambut yang menyebabkan sensasi seperti disengat dengan ujung yang mengandung asam format dan iritan lainnya.

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

rumah

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

Bunga Paling Indah

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

READ  Komisi X DPR: Penetapan Tersangka Bullying Harus Beri Keadilan Korban

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

menanam

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

Jika terkena, rambut-rambut yang menyerupai jarum tersebut akan menyuntikkan asam ke dalam kulit dan menyebabkan sensasi terbakar, ruam gatal, dan kesemutan. Namun, gejala ini umumnya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Menariknya, di beberapa daerah, tanaman ini juga dimasak sebagai sayuran yang aman.

Keistimewaan Bunga Kitolod

4. Hogweed

Dua spesies hogweed, yaitu hogweed raksasa dan hogweed biasa, berasal dari Eropa dan telah dinaturalisasi di beberapa daerah di Amerika Serikat. Daun dan getah bunga liar tanaman ini mengandung bahan kimia yang disebut furokumarin.

Kontak dengan bahan kimia ini dapat menyebabkan phytophotodermatitis, yaitu kulit melepuh ketika terkena sinar matahari. Selain itu, jika getahnya masuk ke dalam mata, dapat menyebabkan kebutaan.

5. Tread-softly

Tanaman tread-softly (Cnidoscolus stimulosus) berasal dari wilayah tenggara Amerika Serikat. Kontak dengan tanaman dan buahnya dapat menyebabkan rasa perih dan gatal yang hebat, meskipun biasanya hanya berlangsung kurang dari satu jam.

Namun, beberapa orang bisa mengalami perubahan warna kulit selama beberapa hari akibat kontak dengan tanaman ini.

6. Gympie Gympie

Gympie gympie adalah salah satu tanaman berduri yang berasal dari Australia dan juga ditemukan di Indonesia. Tanaman ini merupakan salah satu yang paling berbahaya di dunia.

READ  Indikator Kepuasan Presiden Jokowi Meningkat, Tembus 79,3%

Daunnya yang menyengat dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, bahkan terkadang dapat menyebabkan syok anafilaksis. Dampaknya dikatakan seperti terbakar oleh asam, tersengat listrik, terinjak oleh tangan raksasa, dan kadang-kadang dapat terasa selama berbulan-bulan.

Banyak orang melaporkan peningkatan rasa sakit bertahun-tahun setelah kontak dengan tanaman ini. Para ilmuwan yang bekerja di sekitar tanaman ini harus menggunakan perlengkapan pelindung yang tebal, masker pernapasan, dan minum pil antihistamin untuk melindungi diri mereka.

7. Pain Bush

Tanaman pain bush juga dikenal sebagai poison ivy Afrika. Seperti namanya, tanaman ini berasal dari Afrika Selatan.

Getah dari pain bush mengandung zat kimia yang disebut heptadecyl catechols. Getah ini dapat menjadi hitam saat mengering.

Jika terkena getah itu, seseorang dapat mengalami ruam, pembengkakan, dan terbentuknya gelembung di kulit, meskipun ada orang yang kebal. Gejala menyakitkan pada kulit tersebut biasanya akan mereda dalam beberapa hari.

Jadi, hindarilah untuk menyentuh ketujuh tanaman tersebut, ya detikers. Terutama gympie gympie!

Kesimpulan

Tanaman memiliki perlindungan alami untuk mencegah kerusakan daun oleh herbivora. Namun, beberapa tanaman mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka melepuh, terbakar, dan reaksi kulit lainnya. Ketujuh tanaman yang termasuk dalam kategori berbahaya dan sebaiknya tidak disentuh adalah Manchineel, Poison Ivy, Stinging nettle, Hogweed, Tread-softly, Gympie Gympie, dan Pain Bush. Beberapa di antaranya bahkan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah dan dampak yang dirasakan cukup lama. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kontak dengan tanaman-tanaman ini, terutama Gympie Gympie.