Keindahan dan Perbedaan Edelweis Rawa yang ‘Dirusak’ di Ranca Upas dengan Edelweis Gunung yang Menakjubkan

indotim.net (Selasa, 14 November 2023)Edelweis rawa sedang menjadi perbincangan karena habitatnya di Ranca Upas dirusak oleh gerombolan motor trail. Kita perlu mengenal edelweis rawa dan memahami perbedaannya dengan edelweis gunung.

Menurut Imam, seorang peneliti di Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan BRIN, edelweis rawa tidak sama dengan edelweis yang sering disebut sebagai bunga abadi. Imam mengungkapkan bahwa edelweis rawa dan edelweis gunung memiliki keluarga dan genus yang berbeda. Dilansir dari detikTravel, Imam menjelaskan bahwa “Sejauh pengetahuan saya, edelweis termasuk dalam suku Asteraceae dengan genus Anaphalis, dan umumnya tumbuh di dataran tinggi. Sedangkan edelweis rawa, seperti yang disebut dalam beberapa media, termasuk dalam suku Eriocaulaceae dengan genus Syngonathus. Jadi, secara taksonomi memang berbeda.”

Imam juga memaparkan bahwa edelweis rawa memiliki nama spesies Syngonathus flavidulus menurut Plant of the World Database. Sedangkan edelweis gunung memiliki nama spesies dengan tata nama ganda, yaitu edelweis atau Anaphalis javanica.

Taksonomi Edelweis Rawa

Berikut adalah taksonomi edelweis rawa yang diambil dari situs pemerintah Idaho dan buku Everglades Wildflowers yang ditulis oleh Roger L. Hammer.

Kingdom: Plantae

Filum: Anthophyta

Kelas: Monocotyledoneae

Ordo: Poales

Famili: Eriocaulaceae

Genus: Syngonanthus

Spesies: Syngonanthus flavidulus

Nama populer: Yellow hatpins, yellow pipewort

Habitat & Morfologi Edelweis Rawa

Menurut Imam, edelweis rawa berasal dari Alabama, Florida, Georgia, North Carolina, South Carolina.

Edelweis rawa juga disebut yellow hatpins memiliki morfologi bunga berwarna putih kekuningan. Bentuknya menyerupai payung yang berdiri liar di daerah rawa atau tanah basah.

READ  Permintaan Warga: Sekolah Negeri di Koja Perlu Ditambah, Heru Budi Siap Bantu Cari Lokasi

Dilansir dari buku Hammer, bunga ini disebut sebagai edelweis rawa karena bentuk dan sifatnya yang mirip dengan bunga edelweis. Bunga itu juga sama-sama tak mudah layu saat dipetik, sama abadinya dengan bunga edelweis. Yellow hatpins merupakan salah satu dari kelompok tumbuhan air. Tanaman jenis ini melakukan fotosintesis dari tanah, bukan dari udara.

Edelweis rawa memiliki daun-daun yang sempit dan lurus melengkung yang berkilauan. Ukuran tumbuhan ini berkisar antara ¾ sampai dengan 1 ¼ inci dan membentuk gumpalan kecil di tanah yang lembap dan berpasir. Hari Valentine: Inilah Bunga dan Kado Paling Laris dalam Sejumlah Daerah

Bunga-bunga dari tumbuhan ini sangat kecil dan terdapat pada kepala bulat serta nampak seperti tombol putih kecil di atas batang rampingnya. Ketika bunganya dipegang maka ia akan jatuh tepat di atas daun. Bunga edelweis rawa sendiri diketahui memiliki masa berbunga di sekitar bulan Februari sampai bulan Juli.

Syngonathus pada penamaan tumbuhan ini memiliki arti bergabung bersama dan bunga. Arti nama tersebut mengacu pada kelopak bunga edelweis rawa betina yang diketahui menyatu satu sama lain.

Flavidulus mengacu pada braktea bunga yang berwarna kuning muda. Selain penamaan tersebut, tanaman ini juga disebut sebagai bantam buttons dan merupakan satu-satunya anggota genus tersebut di Florida.

Di Indonesia bunga ini disebut sebagai edelweis rawa karena bunga ini memiliki beberapa kesamaan dengan bunga edelweis. Bunga ini juga tidak mudah layu ketika dipetik sehingga dianggap sama abadinya dengan bunga edelweis.

Bunga edelweis rawa biasanya tumbuh di tempat yang lembab dan tanahnya memiliki banyak kandungan air. Oleh sebab itu, bunga ini suka untuk tumbuh di sekitar hutan pinus, tepian kolam, dan padang rumput.

READ  Kenapa Bunga Matahari Selalu Menyusul Mentari?

Bunga ini umumnya ditemui di pantai sepanjang Carolina Utara hingga Alabama, dan berlanjut ke selatan menuju Florida. Selain itu, bunga ini juga dapat ditemukan di Georgia dan California bagian selatan.

Edelweis rawa merupakan tumbuhan yang langka dan jarang ditemukan. Karena habitatnya, tumbuhan ini sulit untuk tumbuh di Indonesia. Meskipun begitu, ada beberapa tempat di Indonesia di mana edelweis rawa dapat tumbuh.

Mang Uprit, seorang petani edelweis rawa di Ranca Upas, mengungkapkan bahwa di Indonesia hanya terdapat dua lokasi di mana edelweis rawa dapat tumbuh, yaitu di Ranca Upas dan di Ciharus Kamojang (sumber: tim detikTravel, 8 Maret 2023).

Taksonomi Edelweis Gunung

Kebun Edelweis Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin)

Berikut adalah taksonomi edelweis gunung yang diambil dari laman Balai TN Gunung Ciremai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Kingdom: Plantae (tidak termasuk): Eudicots (tidak termasuk): Asterids Ordo: Asterales Famili: Asteraceae Genus: Anaphalis Spesies: Anaphalis javanica Nama populer: edelweis Jawa, edelweis gunung

Habitat dan Morfologi Edelweis Gunung/Edelweis Jawa

Edelweis atau Anaphalis javanica adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Edelweis ini biasanya terdapat di gunung-gunung di Indonesia, biasa di ketinggian 1.600-3.600 mdpl tersebar dari Gunung Gede ke arah timur hingga Gunung Tengger pada ketinggian 2.000-3.600 m. Tersebar juga di Sumatra bagian tengah (Gunung Kerinci, Gunung Singgalang), dan selatan (Gunung Dempo), Sulawesi (Gunung Bonthain di barat daya dan Gunung Lokon di timur laut), Bali dan Lombok.

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.

Dilansir dari e-journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, edelweis Jawa memiliki bunga majemuk yang berjumlah banyak dengan susunan yang rapat, mahkota bunga berwarna putih kecoklatan.

READ  2 Pelaku Carok Maut yang Tewaskan 4 Orang di Bangkalan Rupanya Kakak-Adik

Bunga edelweis memiliki ukuran sekitar 4-6 mm dan terdapat dalam karangan bunga yang berupa bulir dengan cabang-cabang.

Edelweis merupakan tumbuhan pelopor yang tumbuh di tanah vulkanik muda di pegunungan. Tumbuhan ini mampu bertahan hidup di atas tanah yang tandus. Edelweis juga dikenal mampu membentuk simbiosis mutualistik dengan jamur tanah tertentu, yang membantu memperluas jangkauan akarnya dan meningkatkan efisiensi penyerapan zat hara.

Bunga edelweis biasanya muncul antara bulan April hingga Agustus. Kebelahan serangga, lebih dari 300 jenis termasuk kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah sering mengunjungi bunga ini. Jika cabang edelweis dibiarkan tumbuh kokoh, tumbuhan ini dapat menjadi tempat bersarang burung tiung batu licik Myophonus glaucinus.

Edelweis Jawa memiliki umur yang panjang, bahkan mencapai lebih dari 100 tahun. Karena itu, tumbuhan ini disebut sebagai bunga abadi. Hal ini diungkapkan dalam sebuah tesis berjudul “Studi morfologi dan anatomi daun edelweis Jawa (Anaphalis javanica) pada beberapa ketinggian yang berbeda di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru” yang ditulis oleh M Fathoni Hamzah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Edelweis Jawa tumbuh dengan baik di daerah terbuka dengan kondisi panas terik di kawah dan puncak, namun tidak dapat berkembang di lingkungan hutan yang gelap dan lembab.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Detikers mengenai perbedaan antara edelweis rawa dan edelweis Jawa, atau yang dikenal juga dengan edelweis gunung.